HUKUM SELAMATAN HARI KE-3, 7, 40, 100, SETAHUN, DAN 1000 HARI | GemaSholawat.com
Selamat datang di situs Gema Sholawat - Pecinta Rosulullah, #Kami Memohon Maaf jika banyak Link download banyak yang terblokir... #Mari Kita "Membaca sholawat untukku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa’at di hari kiamat." Hadist. Allaahumma sholli `alaa Sayidina Muhammad wa `alaa aalii Sayidina Muhammad).
Home » , » HUKUM SELAMATAN HARI KE-3, 7, 40, 100, SETAHUN, DAN 1000 HARI

HUKUM SELAMATAN HARI KE-3, 7, 40, 100, SETAHUN, DAN 1000 HARI

Written By عبدالله مستغفرين on 02 April 2012 | 10:24 AM



Hukum selamatan hari ke-3, 7, 40, 100, setahun, dan 1000 hari diperbolehkan dalam syari'at Islam. Keterangan diambil dari kitab "Al-Hawi lil Fatawi" karya Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi jilid 2 halaman 178 sebagai berikut:

قال الامام أحمد بن حنبل رضي الله عنه فى كتاب الزهد له : حدثنا هاشم بن القاسم قال: حدثنا الأشجعى عن سفيان قال
قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام , قال الحافظ ألو نعيم فى الجنة: حدثنا أبو بكر بن مالك حدثنا عبد الله بن أحمد بن حنبل حدثنا أبى حدثنا هاشم بن القاسم حدثنا الأشجعى عن سفيان قال: قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام

Artinya:
"Telah berkata Imam Ahmad bin Hanbal ra di dalam kitabnya yang menerangkan tentang kitab zuhud: Telah menceritakan kepadaku Hasyim bin Qasim sambil berkata: Telah menceritakan kepadaku al-Asyja'i dari Sufyan sambil berkata: TelaH berkata Imam Thawus (ulama besar zaman Tabi'in, wafat kira-kira tahun 110 H / 729 M): Sesungguhnya orang-orang yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahkan bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-orang yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut.

Telah berkata al-Hafiz Abu Nu'aim di dalam kitab Al-Jannah: Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Malik, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepadaku Ubay, telah menceritakan kepadaku Hasyim bin al-Qasim, telah menceritakan kepadaku al-Asyja'i dari Sufyan sambil berkata: Telah berkata Imam Thawus: Sesungguhnya orang-orang yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahkan bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-orang yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut."

Selain itu, di dalam kitab yang sama jilid 2 halaman 194 diterangkan sebagai berikut:

ان سنة الاطعام سبعة أيام بلغنى أنهامستمر الى الأن بمكة و المدينة فالظاهر أنها لم تترك من عهد الصحابة الى الأن و انهم أخذوها خلفا عن سلف الى الصدر الأول

ِArtinya:
"Sesungguhnya, kesunnahan memberikan sedekah makanan selama tujuh hari merupakan perbuatan yang tetap berlaku sampai sekarang (yaitu masa Imam Suyuthi abad ke-9 H) di Mekkah dan Madinah. Yang jelas kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat sampai sekarang, dan tradisi tersebut diambil dari ulama salaf sejak generasi pertama, yaitu sahabat."

Tambahan:
=======
Anjuran Selamatan Kematian:
http://www.sarkub.com/2011/anjuran-untuk-tahlilan-7-hari-berturut-turut/

Mengapa para ulama mengajarkan kepada umat Islam agar selalu mendoakan keluarganya yang telah meninggal dunia selama 7 hari berturut-turut ?

Telah banyak beredar dari kalangan salafi wahhabi yang menyatakan bahwa tradisi tahlilan sampai tujuh hari diadopsi dari adat kepercayaan agama Hindu. Benarkah anggapan dan asumsi mereka ini?
Sungguh anggapan mereka salah besar dan vonis yang tidak berdasar sama sekali. Justru ternyata tradisi tahlilan selama tujuh hari dengan menghidangkan makanan, merupakan tradisi para sahabat Nabi Muhammad Saw dan para tabi’in.

Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ahli hadits kenamaan mengatakan bahwa beliau mendapatkan riwayat dari Hasyim bin al-Qasim, yang mana beliau meriwayatkan dari Al-Asyja’i, yang beliau sendiri mendengar dari Sofyan, bahwa Imam Thawus bin Kaisan radliyallahu ‘anhu pernah berkata :

إن الموتى يفتنون في قبورهم سبعا، فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام

“Sesungguhnya orang mati difitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam quburnya selama 7 hari, dan “mereka” menganjurkan (mensunnahkan) agar memberikan makan (pahalanya) untuk yang meninggal selama 7 hari tersebut”.

Riwayat ini sebutkan oleh Imam Ahmad Ahmad bin Hanbal didalam az-Zuhd [1]. Imam Abu Nu’aim al-Ashbahani (w. 430 H) juga menyebutkannya didalam Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Ashfiyah.[2] Sedangkan Thawus bin Kaisan al-Haulani al-Yamani adalah seorang tabi’in (w. 106 H) ahli zuhud, salah satu Imam yang paling luas keilmuannya. [3] Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974) dalam al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa dan Imam al-Hafidz as-Suyuthi (w. 911 H) dalam al-Hawil lil-Fatawi mengatakan bahwa dalam riwayat diatas mengandung pengertian bahwa kaum Muslimin telah melakukannya pada masa Rasulullah, sedangkan Rasulullah mengetahui dan taqrir terhadap perkara tersebut. Dikatakan (qil) juga bahwa para sahabat melakukannya namun tidak sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Atas hal ini kemudian dikatakan bahwa khabar ini berasal dari seluruh sahabat maka jadilah itu sebagai Ijma’, dikatakan (qil) hanya sebagian shahabat saja, dan masyhur dimasa mereka tanpa ada yang mengingkarinya. [4]

Ini merupakan anjuran (kesunnahan) untuk mengasihi (merahmati) mayyit yang baru meninggal selama dalam ujian didalam kuburnya dengan cara melakukan kenduri shadaqah makan selama 7 hari yang pahalanya untuk mayyit. Kegiatan ini telah dilakukan oleh para sahabat, difatwakan oleh mereka. Sedangkan ulama telah berijma’ bahwa pahala hal semacam itu sampai dan bermanfaat bagi mayyit.[5] Kegiatan semacam ini juga berlangsung pada masa berikutnya, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Imam al-Hafidz as-Suyuthiy ;

“Sesungguhnya sunnah memberikan makan selama 7 hari, telah sampai kepadaku (al-Hafidz) bahwa sesungguhnya amalan ini berkelanjutan dilakukan sampai sekarang (masa al-Hafidz) di Makkah dan Madinah. Maka secara dhahir, amalan ini tidak pernah di tinggalkan sejak masa para shahabat Nabi hingga masa kini (masa al-Hafidz as-Suyuthi), dan sesungguhnya generasi yang datang kemudian telah mengambil amalan ini dari pada salafush shaleh hingga generasai awal Islam. Dan didalam kitab-kitab tarikh ketika menuturkan tentang para Imam, mereka mengatakan “manusia (umat Islam) menegakkan amalan diatas kuburnya selama 7 hari dengan membaca al-Qur’an’. [6]

Shadaqah seperti yang dilakukan diatas berlandaskan hadits Nabi yang banyak disebutkan dalam berbagai riwayat. [7] Lebih jauh lagi dalam hadits mauquf dari Sayyidina Umar bin Khaththab, disebutkan dalam al-Mathalib al-‘Aliyah (5/328) lil-Imam al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852) sebagai berikut :

قال أحمد بن منيع حدثنا يزيد بن هارون حدثنا حماد بن سلمة عن علي بن زيد عن الحسن عن الحنف بن قيس قال كنت أسمع عمر رَضِيَ الله عَنْه يقول لا يدخل أحد من قريش في باب إلا دخل معه ناس فلا أدري ما تأويل قوله حتى طعن عمر رَضِيَ الله عَنْه فأمر صهيبا رَضِيَ الله عَنْه أن يصلي بالناس ثلاثا وأمر أن يجعل للناس طعاماً فلما رجعوا من الجنازة جاؤوا وقد وضعت الموائد فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه فجاء العباس بن عبد المطلب رَضِيَ الله عَنْه فقال يا أيها الناس قد مات الحديث وسيأتي إن شاء الله تعالى بتمامه في مناقب عمر رَضِيَ الله عَنْه

“Ahmad bin Mani’ berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Ali bin Zayd, dari al-Hasan, dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku pernah mendengar ‘Umar radliyallahu ‘anh mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali seseorang masuk menyertainya, maka aku tidak mengerti apa yang maksud perkataannya sampai ‘Umar radliyallahu ‘anh di tikam, maka beliau memerintahkan Shuhaib radliyallahu ‘anh agar shalat bersama manusia selama tiga hari, dan juga memerintahkan agar membuatkan makanan untuk manusia. Setelah mereka kembali (pulang) dari mengantar jenazah, dan sungguh makanan telah dihidangkan, maka manusia tidak mau memakannya karena sedih mereka pada saat itu, maka sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib radliyallahu ‘anh datang, kemudian berkata ; wahai.. manusia sungguh telah wafat .. (al-hadits), dan InsyaAllah selengkapnya dalam Manaqib ‘Umar radliyallah ‘anh”.

Hikmah dari hadits ini adalah bahwa adat-istiadat amalan seperti Tahlilan bukan murni dari bangsa Indonesia, melainkan sudah pernah dicontohkan sejak masa sahabat, serta para masa tabi’in dan seterusnya. Karena sudah pernah dicontohkan inilah maka kebiasaan tersebut masih ada hingga kini.

Riwayat diatas juga disebutkan dengan lengkap dalam beberapa kitab antara lain Ithaful Khiyarah (2/509) lil-Imam Syihabuddin Ahmad bin Abi Bakar al-Bushiriy al-Kinani (w. 840).

وعن الأحنف بن قيس قال: “كنت أسمع عمر بن الحنطاب- رضي الله عنه- يقول: لا يدخل رجل من قريش في باب إلا دخل معه ناس. فلا أدري ما تأويل قوله، حتى طعن عمر فأمر صهيبا أن يصلي بالناس ثلاثا، وأمر بأن يجعل للناس طعاما، فلما رجعوا من الجنازة جاءوا وقد وضعت الموائد فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه، فجاء العباس بن عبد المطلب قال: يا أيها الناس، قد مات رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فأكلنا بعده وشربنا، ومات أبو بكر فأكلنا بعده وشربنا، أيها الناس كلوا من هذا الطعام. فمد يده ومد الناس أيديهم فأكلوا، فعرفت تأويل قوله “.رواه أحمد بن منيع بسند فيه علي بن زيد بن جدعان

“Dan dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku mendengar ‘Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anh mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali manusia masuk bersamanya. Maka aku tidak maksud dari perkataannya, sampai ‘Umar di tikam kemudian memerintahkan kepada Shuhaib agar shalat bersama manusia dan membuatkan makanan hidangan makan untuk manusia selama tiga hari. Ketika mereka telah kembali dari mengantar jenazah, mereka datang dan sungguh makanan telah dihidangkan namun mereka tidak menyentuhnya karena kesedihan pada diri mereka. Maka datanglah sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib, seraya berkata : “wahai manusia, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah wafat, dan kita semua makan dan minum setelahnya, Abu Bakar juga telah wafat dan kita makan serta minum setelahnya, wahai manusia.. makanlah oleh kalian dari makanan ini, maka sayyidina ‘Abbas mengulurkan tanggan (mengambil makanan), diikuti oleh yang lainnya kemudian mereka semua makan. Maka aku (al-Ahnaf) mengetahui maksud dari perkataannya. Ahmad bin Mani telah meriwayatkannya dengan sanad didalamnya yakni ‘Ali bin Zayd bin Jud’an”.

Disebutkan juga Majma’ az-Zawaid wa Manba’ul Fawaid (5/159) lil-Imam Nuruddin bin ‘Ali al-Haitsami (w. 807 H), dikatakan bahwa Imam ath-Thabrani telah meriwayatkannya, dan didalamnya ada ‘Ali bin Zayd, dan haditsnya hasan serta rijal-rijalnya shahih ; Kanzul ‘Ummal fiy Sunanil Aqwal wa al-Af’al lil-Imam ‘Alauddin ‘Ali al-Qadiriy asy-Syadili (w. 975 H) ; Thabaqat al-Kubra (4/21) lil-Imam Ibni Sa’ad (w. 230 H) ; Ma’rifatu wa at-Tarikh (1/110) lil-Imam Abu Yusuf al-Farisi al-Fasawi (w. 277 H) ; Tarikh Baghdad (14/320) lil-Imam Abu Bakar Ahmad al-Khathib al-Baghdadi (w. 463 H).

Imam Suyuthi Rahimahullah dalam kitab Al-Hawi li al-Fatawi-nya mengtakan :

قال طاووس : ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

“ Thowus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “.

Sementara dalam riwayat lain :

عن عبيد بن عمير قال : يفتن رجلان مؤمن ومنافق, فاما المؤمن فيفتن سبعا واماالمنافق فيفتن اربعين صباحا

“ Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari “.

Dalam menjelaskan dua atsar tersebut imam Suyuthi menyatakan bahwa dari sisi riwayat, para perawi atsar Thowus termasuk kategori perawi hadits-hadits shohih.
Thowus yang wafat tahun 110 H sendiri dikenal sebagai salah seorang generasi pertama ulama negeri Yaman dan pemuka para tabi’in yang sempat menjumpai lima puluh orang sahabat Nabi Saw. Sedangkan Ubaid bin Umair yang wafat tahun 78 H yang dimaksud adalah al-Laitsi yaitu seorang ahli mauidhoh hasanah pertama di kota Makkah dalam masa pemerintahan Umar bin Khoththob Ra.

Menurut imam Muslim beliau dilahirkan di zaman Nabi Saw bahkan menurut versi lain disebutkan bahwa beliau sempat melihat Nabi Saw. Maka berdasarkan pendapat ini beliau termasuk salah seorang sahabat Nabi Saw.

Sementara bila ditinjau dalam sisi diroyahnya, sebgaimana kaidah yang diakui ulama ushul dan ulama hadits bahwa: “Setiap riwayat seorang sahabat Nabi Saw yang ma ruwiya mimma la al-majalla ar-ra’yi fiih (yang tidak bisa diijtihadi), semisal alam barzakh dan akherat, maka itu hukumnya adalah Marfu’ (riwayat yang sampai pada Nabi Saw), bukan Mauquf (riwayat yang terhenti pada sahabat dan tidak sampai kepada Nabi Saw).

Menurut ulama ushul dan hadits, makna ucapan Thowus ;

ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “, adalah para sahabat Nabi Saw telah melakukannya dan dilihat serta diakui keabsahannya oleh Nabi Saw sendiri.

(al-Hawi) li al-Fatawi, juz III hlm. 266-273, Imam As-Suyuthi).

Maka tradisi bersedekah selama mitung dino / tujuh hari atau empat puluh hari pasca kematian, merupakan warisan budaya dari para tabi’in dan sahabat Nabi Saw, bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh beliau Nabi Muhammad Saw.

Wallahu A’lam.

[1] Lihat : Syarah ash-Shudur bisyarhi Hal al-Mautaa wal Qubur ; Syarah a-Suyuthi ‘alaa Shahih Muslim, Hasyiyah as-Suyuthi ‘alaa Sunan an-Nasaa’i dan al-Hafi lil-Fatawi lil-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi ; Lawami’ al-Anwar al-Bahiyyah (2/9) lil-Imam Syamsuddin Muhammad as-Safarainy al-Hanbali (w. 1188 H) ; Sairus Salafush Shalihin (1/827) lil-Imam Isma’il bin Muhammad al-Ashbahani (w. 535 H) ; Imam al-Hafidz Hajar al-Asqalani (w. 852 H) didalam al-Mathalibul ‘Aliyah (834).

[2] Lihat : Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Ashfiyaa’ lil-Imam Abu Nu’aim al-Ashbahaniy : “menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Malik, menceritakan kepada kami Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, menceritakan kepada kami ayahku (Ahmad bin Hanbal), menceritakan kepada kami Hisyam bin al-Qasim, menceritakan kepada kami al-Asyja’iy, dari Sufyan, ia berkata : Thawus telah berkata : “sesungguhnya orang mati di fitnah (diuji oleh malaikat) didalam kuburnya selama 7 hari, maka ‘mereka’ menganjurkan untuk melakukan kenduri shadaqah makan yang pahalanya untuk mayyit selama 7 hari tersebut”.

[3] Lihat : al-Wafi bil Wafiyaat (16/236) lil-Imam ash-Shafadi (w. 764 H), disebutkan bahwa ‘Amru bin Dinar berkata : “aku tidak pernah melihat yang seperti Thawus”. Dalam at-Thabaqat al-Kubra li-Ibni Sa’ad (w. 230 H), Qays bin Sa’ad berkata ; “Thawus bagi kami seperti Ibnu Siirin (sahabat) bagi kalian”.

[4] Lihat ; al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra (2/30-31) lil-Imam Syihabuddin Syaikhul Islam Ibnu Hajar al-Haitami ; al-Hawi al-Fatawi (2/169) lil-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthiy.

[5] Lihat : Syarah Shahih Muslim (3/444) li-Syaikhil Islam Muhyiddin an-Nawawi asy-Syafi’i.

[6] Lihat : al-Hawi al-Fatawi (2/179) lil-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi.

(Dikutip dan di tata ulang seperlunya dari Abi Firas dan Ibn Abdillah Al-Katiby)

GemaSholawat.com "Pecinta Rosulullah" | RSS

Artikel " HUKUM SELAMATAN HARI KE-3, 7, 40, 100, SETAHUN, DAN 1000 HARI " ini diterbitkan oleh GemaSholawat.com pada tanggal 02 April 2012 . Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan share dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Terima kasih atas kunjungan Anda.
Share this article :

94 komentar :

  1. trimah kasih ats phostingan anda2 sngt br manfaat bgi kami

    BalasHapus
  2. Anonim15:51

    waaah...baru tau..ternyata da dasarnya juga y
    :) seneng dah percaya dari dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:08

      Dasar islam itu Al quran dan sunnah ..terserah kalau mengambil dasar itu.

      Hapus
  3. mantur terima kasih mas infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, akhrnya ktemu juga dalil-dalil tentang masalah nie.., syukron akhii..

    BalasHapus
  5. alhamdulillah... menambah wawasan

    BalasHapus
  6. Anonim12:01

    Akhirnya ketemu juga dalil - dalil dari amalan yang selama ini dinilai kontroversi

    BalasHapus
  7. terima kasih sebanya2nya karna tlah menyabarkan ilmu yng dngn mudah biasa di ambil hikmahnya dan smoga brmanfaat bagi kita smua amien ya robbal alamien

    BalasHapus
  8. berarti semlamatan itu bid'ah atau tidak?
    soalnya sekarang ini banyak sekali orang bilang bid'ah, sementara kalau semua bid'ah orang islam tidak bisa maju.

    regards
    la

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim17:19

      kalo ada dalil (al quran dan As sunah ) yang menjadi dasar tentu tidak bisa di katakan Bid'ah...
      tinggal antum teliti lagi,....ada ga Dalil itu,,,

      Hapus
  9. Anonim00:07

    terima kasih atas infonya mudah2an terus berjuang untuk islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. se7777777777777777777,,,,,,,,,,,,,,,,

      Hapus
  10. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas HUKUM di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii

    BalasHapus
  11. semoga bermanfaat dunia akhirat amin

    BalasHapus
  12. Syarima Eyunita11:50

    Alhamdulillah.... akhirnya saya dapat jawaban bagi yang menentang...

    BalasHapus
  13. keren banget blog ini, islami polllllllll, ijin sedot gan!!!!

    BalasHapus
  14. Anonim10:59

    sae niku.....

    BalasHapus
  15. Thank you very much 4 information.syukhron

    BalasHapus
  16. Thank you very much 4 information.syukhron

    BalasHapus
  17. Thank you very much 4 information.syukhron

    BalasHapus
  18. al ahmdulillah,,,,,,,, terimakasih Info ini

    BalasHapus
  19. Peringatan 3, 7, 40, 100, 1000 ada dalam kitab wedha MANAWA DHARMA SASTRA WEDHA SMERTI, disitu tertulis lengkap mengenai perjalanan orang mati dan seandainya tidak di selamati maka si mati akan terkena siksa. Nah itu ada dlam kitab hindu yg muncul sebelum islam, dan menjadi budaya hindu jawa yang oleh walisanga justru dijadikan akulturasi dengan maksud mengislamkan mereka sedikit demi sedikit. Dalam majelis wali songo pun terjadi pertentangan karena sebagian wali tidak setuju. Itu kitab suci hindu, dalam kitab suci kita tidak ada acara tahlilan, dan ketika Rasulullah SAW meninggal kita diwarisi 2 hal yg harus dilaksanakan yaitu kitab Al Qur'an dan hadis. Cuma itu aja, coba kita renungkan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim20:25

      di kitab hindu yang mana mas? buktinya ditanya ke orang hindunya langsung ga pada ngaku, dan mereka ga pernah tau ada selamatan 7,40,100,1000 hari itu....... klo emang bener coba tunjukin scanannya mas

      Hapus
    2. ini tlg di dengar.. lngsung dr mantan hindu
      http://www.youtube.com/watch?v=qXzkOeJp2RI
      ini lagi
      http://www.youtube.com/watch?v=BD30O5x4Z1o
      http://www.youtube.com/watch?v=n1CZNToZCa8

      Hapus
    3. Anonim22:33

      Kitab weda tidak menyebutkan satupun kata selametan dan tahlil tetapi yang ada di kitab weda smrti itu adalah "YAJNA" artinya persembahan atau sesajen. Tidak bisa dierjemahkan selamatan konsepnya beda. Selamatan dan tahlil tu bahasa Arab sangat qurani nah bisa-bisanya ust.Abd Azis saja yang menyamakan yajna dg selamatan. Yang teliti dong kalo baca, mulai dari kt pengantr, biografi pengarangnya, isi komplit sampai semua yang tertera di sampul depan dan blkg, klo perlu resensinya sekalian , biar paham alur pemikirannya, kita lebih percaya quran kan daripada weda smrti, lebih percaya kiai yang lebih lama setia islamya drpada yang mualaf, itu kalo kita memahami amlan tahlil dan selamatan sudah benar sesuai alquran dan diajarkan Nabi, yang memprotes tu kan kitab hindu dan orang hindu ngapain kita umat islam ikutan protes tanpa tahu duduk persoalannya.

      Hapus
    4. Anonim12:18

      saya lebih percaya ajaran rosulullah dr pada ajaran postingan ini..saya yakin cara rosulullah mendoakan org meninggal lebih benar dr cara2 tersebut. kalau anda mengamalkanya trus rosul mana yg kamu ikuti sedangkan rosul umat islam tdk prnah mengajarkan cara dan mempraktekan urusan spt itu.
      jgn salah mas, rosulullah juga mendoakan org meninggal tp apakah spt itu caranya . memperingati 7,40,100hr dst serta menentukan bacaanya dan menyusun sedemikian rupa apakah itu bknya meletakkan hukum baru.
      bacaanya bagus tp apakah pantas kita mnyusun sendiri dan menyuruh orang mengamalkanya seolah2 rosulullah yang mengajarkanya.
      rusaklah agama ini ketika org2 pada pandai membuat ajaran yang tdk prnah diajarkan dan dipraktekkan oleh rosulullah. baik caranya, aturanya, waktunya, susunan bacaanya.
      perusak agama org spt itu.

      Hapus
    5. .coba kalu ente mati baru tau betapa besarnya sedekah itu buat yang mati...pas ditanya malaikat siapa tuhanmu clingak clinguk gak bisa jawab,tanya lagi siapa tuhanmu malaikat nanti nya aku jawabnya nunggu doanya anak saya...gak ada yang doain kamu gak ada yang sedekah buat kamu anak2 kamu sudah kamu ajarkan itu bidah jadi gak ada doa apalagi sedekah...nah luh terus yang inget ketika kita mati siapa dunk...kita mati nanti gak setahun dua tahun melaikan ribuan tahun kita menunggu dialam itu lantas kalau gak ada yang sedekah kita bawa apa? solat emang udah bagus solatnya ya satu2 anak cucu kita nanti....

      Hapus
  20. wah sangat bermanfaat sekali kang ikut copas ya swun.... swun....

    BalasHapus
  21. Anonim15:20

    mantan hindu menggugat tahlilan
    http://www.youtube.com/watch?v=BD30O5x4Z1o
    http://www.youtube.com/watch?v=n1CZNToZCa8

    BalasHapus
  22. Anonim17:30

    klo yang 3, 40, 100, 1000 dimana ya ? terus ritualy yang benar gimana?

    BalasHapus
  23. Anonim13:39

    Kok saya baca diatas.. gak ada hukum dari quran atw hadits...?
    semuanyaa dari selain nabi...
    apakah para imam itu mutlak sudah benar...? mengapa tidak langsung kepada ke quran dan sunnah nabi yang shohih...
    padahal dalam quran tak ada.. dan juga dalam sunnah nabi pun tak ada yang menyatakannya...
    padahal para imam itu ada salahnya, gak setiap saat benar..(karena kebenaran itu mutlaq milik alloh)
    dan quran juga hadits nabi(yg shohih) itu mutlaq benar...
    tolong dong minta dalilnya..(jika memang benar ada) yang shohih nya...
    nuhun wassalaamu'alaikum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar kamu,
      yang benar adalah mengikuti rasulullah bukan Imamnya

      Hapus
  24. Anonim01:22

    Menurut saya tahlilan ndak perlu kalo takut mati banyak dosa makanya ikutin perintah Allah dan ikutin ajaran Nabi.jangan nunggu dido'a kan bnyak orang,kalo begitu enak dong pejabat yg mati tinggal panggil orang makan2 n ngaji dan kalo orang miskin ndak ada uang kan kasian dipaksain 7,40,100,1000 hari .

    BalasHapus
  25. Anonim01:26

    Amal ibadah dan Do'a anak yg sholeh

    BalasHapus
  26. Anonim01:33

    Tidak susah ,tinggal pilih aja dibenci banyak orang ,atau dibenci Allah .ikutin al-quran dan ajaran nabi muhammad atau ulama dan imam yg tidak mengajarkan sesuai perintah .

    BalasHapus
  27. Anonim01:42

    Dikampung saya Seorang ulama,tidak pernah mengikuti tahlilan dicemooh orng kampung,tetapi dia meninggal sempurna menurut saya , dimadinah dimakamkan dibaitihi dan meninggalnya disaksikan 5 orang jama'ah dan istrinya sebagai saksi dan dia dapat mengucapakan lailahailallah,kalimah tauhid.

    BalasHapus
  28. Anonim15:01

    1. klo seandainya itu baik pasti sahabat sudah melakukan sejak rasulullah wafat...
    2. tidak ada dalil yg qath'i dari al quran atau hadits tentang hal ini..
    3. perlu kita cermati...sanad-sanad yg disandarkan kepada imam Ahmad...seprti, Hasyim bin Qasim , al-Asyja'i , Sufyan , Imam Thawus

    BalasHapus
  29. Anonim06:38

    Terima kasih infonya bermanfaat sekali, klo menurut saya sih tidak ada salahnya diadakan..kita manusia tidak ada yang tau itu benar atau salah..toh klau itu tidak benar yahh hitung2 itu kita bersedekah menambah pahala kan tidak larangan juga untuk itu...namun sedih sekali bila itu benar dan kita tidak melakukan itu dimana keluarga kita di alam kubur menantikan doa kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bettull dekalii itu,,,,,lagian kita juga tidak mengalami hidup dijaman Rosulullohh,,,,Hmmmmmmm

      Hapus
    2. Anonim10:10

      Good idea..............

      Hapus
  30. Itu semua bid'ah...cukup AL-QURAN & HADIST RASULLULLAH SAW yang dijadikan pedoman kuat.Bukan dari sanat2 dari para imam2 diatas yg belum tentu benar!

    BalasHapus
  31. Alhamdulillahhh,,,Syukron yaa Admin Gema sholawat,,Postingnya sangat bermanfaat sekali dan saya pribadi mendukung Full support for yOur Website Hmmmmmm...................

    BalasHapus
  32. Untuk yang setuju tahlil
    laksanakan terus kawan, tidak perlu terpengaruh yang lain. toh kita mempunyai guru yang bisa dipertanggungjawabkan Insya Allah

    Untuk yang tidak setuju tahlil
    sebelum anda memvonis begini begitu ada baiknya pelajari dulu apa itu tahlil (yang dimaksud disini) bagian mana yang menurut anda "tidak benar" kemudian bisa didiskusikan dengan orang yang benar-benar paham tahlil


    Untuk semuanya
    saya harap semua tetap rukun menyikapi hal ini karena
    ORANG LAIN PASTI TIDAK INGIN DISALAHKAN SEBAGAIMANA ANDA JUGA TIDAK MAU DISALAHKAN

    BalasHapus
  33. Berpeggang tegguh saja pada alquran dan hadist krn i̶̲̥̅̊tüu mutlAk perintah اَللّهُ dan rasulnya. Postingan ini dasarnya terlalu lemah krn cuma bersandar pada pendapat imam dan ulama2 yg belum terjamin kebenarannya.mengikuti persepsi para imam2 dan ulama cuma akan membingungkan krn lain kepala lain pendapat. Cukup dua panutan alquran dan hadist saja. Bila tiada dalil suatu perkara didalamnya lebih baik tinggalkan saja untuk menjaga kita dari perbuatan bid'ad

    BalasHapus
  34. Anonim15:47

    maksud dari tahlil jg untuk mendoakan sekaligus menghibur orang yang kesusahan, bukankan tata cara tahlil jg g menyimpang...? memang ada yg tahlilan berdoa selain ke Allah SWT dan menyembah yg meninggal... ini murni untuk saling menolong/ mendampingi orang yang sedang kesusahan.
    klo menurut ane...
    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketakutan dengan bid'ah ya.......emang bid'ah ada berapa macam?

      Hapus
  35. Anonim13:41

    Tahlil dan selametan dasarnya alquran.bhsa arab Berasal dari aquran tidak ditemukan kedua kata tersebut dalam kitab weda smrti/ hindu

    BalasHapus
  36. Anonim14:02

    Tahlil dan selametan shohih dari alquran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim11:39

      Mana dalilnya ?
      mana ada perilaku rosulullah yang spt itu. rosulullah tdk prnah mnentukan jumlah hari, bacaanya jga..
      bacaanya bagus karena berasal dari alquran tp apakah kita trus lancang menyusun bacaan yg satu dg yg lainya sdemikian rupa seolah2 itu ajaran islam pdhl rosul gak pernah spt itu..

      Hapus
  37. Anonim14:39

    Setiap sholat otomatis kita bertahlil. Seprti sholat tanpa fatihah maka gak sah. Dalam berdoa harus didasari tahlil. Tahlil adalah inti akidh islam. Adzan gak ada tahlilnya rusak. Dua kalmt Syhdat gak ada tahlilnya gak sah. Tahlil ada dalm quran dan hadis. Saat baca ayat kursi Alloohu laa ilaaha illaa huwal...ini tahlil, iyyaa ka nakbudu wa iyyaa ka nastaiin substansinya adlh tahlil juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim11:45

      masalahnya ini bkn pada bacaanya mas, tp cara mendoakan org yang sudah meninggal. apakah dg menentukan jumlah hari dan doa yang disusun sedemikian rupa dan kemudian menyatakan itu dr rosul..apakah itu bukan membuat hukum baru.
      rosulullah juga mendoakan org meninggal mas, jgn salah..tp msalahnya apakah caranya spt itu. kalau anda punya cara sendiri ya ngga apa2. tp say yakin cara rosulullah lebih benar dr pada yg disampaikan.

      Hapus
  38. Anonim14:53

    Ust Abdl Azis keliru mentrjmhkan istilah yajna versi hindu dengan selametan dalm islam keduanya identik tapi hakekatnya berbeda maksud dan tujuannya dalam koridor tauhid. Mustahil orang hindu bacs dzikir tasbih sholawat ayat-ayat maksurot dan doa yg dijarkan rasululloh, kalo iya orag hindu perintis tahlil wah bisa masuk surga dong trus orang islamnya gimana? Semoga Alloh memberi hidayah pada kita semua amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim11:56

      bkn msalah bacaanya, tp kenapa ada ritual 7,40,100hr dan menyusun bacaan didalamnya sedemikian rupa seolah2 itu ajaran rosulullah...apakah spt itu bkn membuat hukum baru.
      rosululah tdk pernah mengundang para sahabat untuk mlakukan tindakan spt itu ktika ada org meninggal..jd jgn sok pintar membuat hukum baru seolah2 apa yg dilakukan rosul belum baik.
      rosul jg mendoakan org meninggal pak jgn salah, tp apakah caranya spt itu.kalau cara anda spt itu rosul mana yg kamu ikuti. PERLU DIGARIS BAWAHI BAHWA YANG PALING MENDASAR ADALAH CARA MENDOAKAN ORANG MATI, TERUS MASALAHNYA APAKAH CARANYA SESUAI DENGAN YG DILAKUKAN ROSUL.

      Hapus
  39. Anonim15:00

    Kapanpun dzikir pada Alloh boleh tapi juga tidak dilarang pada hari ke 1,3,7,40,100,pendak, 1000 ato waktu diluar itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:23

      kenapa kok tdk pd hari ke 10, 20, 30 kn lbih enak hitungnya ?
      gk bisa jwb ya, krn amalan spt itu gak ada dasarnya dr al quran dan sunnah

      Hapus
  40. Anonim22:14

    Hadis afdholu dzikri kan cukup jelas laa ilaaha illallooh. Yang bilang tahlil gak ada dalam quran itu sering baca quran gak sih disitu banyak lafaz tahlil masa gak tahu. Hayati makna surat alfatikhah. InsyA ketmu. Tahlil itu cuma bagian dari rangkain kalimat doa tetapi mewakili semua yang ada dalam ritual. Seperti bahasa majazi kaya orang bilang "nampk btag hidugx" maksudnya ya kelihatan seseorang utuh gak cuma hidug doang yg nongol. Jadi tahlil artix mencakup dzikit, sholawt,puji-pujian, kalimt thoyibah, ayat-ayt pilihan dan dll menjadi satu rangkain doa hamba kepada Tuhannya, coba sekali-kli ikut dalm mjlis tahlil dan yasin antum simak cermati bacaannya InsyA manfaat. Ingat ibarat air yang didengerin musik aja kristal energinya bagus apalagi kite didengerin dzikir. Mengaji. Kata-kata yang baik, manfaat lagi halus pasti sangat bagus energi positifnya sprti air zam-zam sebg yang dibuktikan prof Masaru dari jepag dalam " the power of water" wa lakin ana lebih sreg kalo" the power of pray"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:25

      mas gmana kalu bsok jgn dlakukan pd hari ke3,7,40,100dst. kita pakai aja hari puluhan biar enak hitungnya. stuju nggak ?

      Hapus
  41. Anonim22:30

    Di India pusatnya agama hindu tidak ada upacara 1,3,7,40,100,setahun,1000 hri orang meninggal. Jadi ritual trsbt asli tradisi lokal leluhur kta, bisa islam,kristen,kstolik,hindu,budha ato animisme. Bukan syariat "wajib" dalam agma. Islam justru menggunakan momen tersebut untuk syiar dan walhasil luar biasa umat muslim di indonesia terbsar di dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:02

      baca lagi sejarah hindu mas, baca saja gak pernah bisanya nulis kaya gtu ... Islam itu sudah diletakkan hukum yg jlas didalamnya. jd jgn memandang islam dengan akal2an otak saja.
      jgn sok pinter mengkias hukum..al quran dan sunnah merupakan hukum yg jlas.
      jgn diutak atik

      Hapus
  42. Anonim22:49

    Kalo ada hadis "man tasyabba ha bi qouimin fa huwa minhum" art: barg siapa menyerupai suatu kaum maka dia adalah bagian dri mereka. Ini tertulis dalam kitab hadis bab berpakain, jadi bukan sebuah prilaku ritual. Tidk tepat anggapn orang islam tahlilan slametan seprti hindu maka dia juga hindu.ada ranah akidah, syariah dan adab yag harus diletakkan sesuai porsinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:04

      blajar hadist lg, menafsirkan hadist seenaknya saja.

      Hapus
  43. Anonim23:08

    Nsi tumpeng bukanlah representatif sesajen seperti yajna hindu, tetpi trgantung motif pembuatnya apakah untuk tasyskuran ato sedekah ato apalah niatnys itu. Asal dzatnya tumpeng hanyalah rangkaian menu makanan khas lokal yang ditata sdemikian rupa sebagai simbul falsafah kehidupan. Air putih sajapun kalo niatnya untuk persembahn pada syethon maka hram dminum. Tapi kalo tuk sedkh halal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:06

      kita bahas hukum alquran dan sunnah bukan makanan.

      Hapus
  44. Nabi memiliki beberapa anak, yang anak laki2 semua meninggal sewaktu masih kecil. Anak-anak perempuan beliau ada 4 termasuk Fatimah, hidup sampai dewasa.
    Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg meninggal tidak satupun di TAHLIL i, kl di do'akan sudah pasti, karena mendo'akan orang tua, mendo'akan anak, mendo'akan sesama muslim amalan yg sangat mulia.

    Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN untuk NABI,
    padahal ABU BAKAR adalah mertua NABI,
    UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
    UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
    ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
    Apakah para sahabat BODOH....,
    Apakah para sahabat menganggap NABI hewan.... (menurut kalimat sdr sebelah)
    Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua meninggal gk di TAHLIL kan...
    Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua meninggal gk di TAHLIL kan....
    Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik, yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

    Semua Sahabat Nabi SAW yg jumlahnya RIBUAN, Tabi'in dan Tabiut Tabi'in yg jumlahnya jauh lebih banyak, ketika meninggal, tdk ada 1 pun yg meninggal kemudian di TAHLIL kan.

    cara mengurus jenazah sdh jelas caranya dalam ISLAM. Dari mentalqin sebelum meninggal, sampek meng kafani, memandikan, mengsholati, menguburkan dll. Bahkan di ajarkan melalui buku DIKTAT AGAMA ISLAM dr SD - Perguruan Tinggi.

    Saudaraku semua..., sesama MUSLIM...
    saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll. Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka berkata:" sak niki koq mboten nate ngrawuhi TAHLILAN Gus.."
    sy jawab dengan baik:"Kanjeng Nabi soho putro putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2, lan sakben wedal sak saget e...? Jenengan Tahlilan monggo..., sing penting ikhlas.., pun ngarep2 daharan e..."
    mereka menjawab: "nggih Gus...".

    sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya, sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
    Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
    sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk wajib...??
    dia jawab gk berani menyampaikan..., takut timbul masalah...
    setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja disampaikan hukum asli TAHLIL an..., sehingga nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa dll.

    Untuk para Kyai..., sy yg miskin ilmu ini, berharap besar pada Jenengan semua...., TAHLIL an silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat santri harus dinomor satukan..
    sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya. tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama'ah nya menyedihkan.
    shaf nya gk rapat, antar jama'ah berjauhan, dan Imam rata2 gk peduli.
    selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya, Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang shaf...

    Untuk saudara2 salafi..., jangan terlalu keras dalam berpendapat...
    dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil khusus sholat jama'ah...
    tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita do'akan saja yg baik...
    siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada sunnah shahihah dengan lantaran Do'a kita....

    demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk berkenan...
    semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke jaman kejayaan Islam di jaman Nabi..., jaman Sahabat.., Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in
    Amin ya Robbal Alamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim05:29

      Trimksih maksud antum hukm asli tahlilan yng mana ya? Maaf sebelum bahas hukm kan harus ada batasan istilah. Tahlil dan "tahlil-an" kalau tahlil jelas bagian dari syahadatain (syahadatulloh dan syahadatur rasul) tahlil =syahadatulloh ini diajarkan sejak SD kelas 1. Sedagkan tahlilan adlah istilah dari acara doa untuk orang tua dan leluhur yang telah mendahului kita secara tradisi menjadi perkumpulan paguyuban yang sekarang berkembang menjadi forum majlis taklim' bahkan menjadi wadah komunikasi RT/RW dan informasi warga kampung, subhaanallooh banyak sekali manfaatnya. Membawa peran sebagai "madroosatun kabiirotun" dalm masyarakt.

      Hapus
    2. Anonim09:40

      Tahlil yang dilaksanakan masyarakat itu adalah doa doa untuk para pendahulu yang wafat, seperti rasul juga mensholati orang yang meninggal mendoakan di makam-sahabat dan para Syuhada. maaf banyak akhi yang salah paham tahlil dianggap selametan. Padahal substansinya ya doanya itu salah satunya caranya di masyarakat kita diawali baca tahlil untuk menuntun agar hati betul-betul bersih akidahnya, karena tahlil sangat pokok dalam syahadat maka masyarakat lebih populer menyebutnya tahlilan dari pada doa sementara hakikatnya tetap doa-doa ma'tsurot, dan kalimat thoyibah, tentunya jelas dzikir kepada Alloh tentu sangat menentramkan hati plus semakin mengenalkan Islam, doanya baik untuk yang mati, keluarga yang punya hajat dan juga doa untuk seluruh yang yang hadir. Komplit doa ya seperti rasululloh mendoakan anaknya, orang tuanya, sahabatnya dan lain-lain.
      Di dalam sholat jenazah kita baca Alfatikhah, mengandung tahlil, sholawat lalu doa untuk mayit, untuk keluarganya agar diberi ketabahan dan menjadi lebih baik, dan juga doa yang menyalati. Jadi tahlil tetap senada dengan doa yang dilakukan rasululloh, tentu sudah dilakukan oleh masyarakat kalo sholat jenazah karena fardhu kifayah, kalo berdoa tetep saja kan rosul berdoa kita juga berdoa, hukumnya relatif karena termasuk ibadah ghoiru mahdhoh, kalu dilihat itu doa seorang anak untuk orang tua ya wajib kalau format acaranya ya sunnah, tentu jangan gak sama sekali, karena mngerjakan sunnah itu bagian dari wajib, menurut kesanggupannya, Alloh Maha mendengar kalau tidak bisa doa cara rasul, bahasa arab, boleh bahasa apapun yang dia bisa atau amal sholeh apapun sedekah tetap menjadi jariyah orang tuanya, baik dikhususkan maupun tidak akan terkirim, kalau sengaja kirim doa berarti menunjukkan kesungguhan bakti anak pada orang tuanya, ada media tahlilan sangat membantu mereka yang belum bisa berdoa, lebih tertib dan terbimbing.

      Hapus
    3. Anonim10:15

      Tolog informasi hadis tentang shof sholat yang benar, kami tidak menemukan dalam shohih bukhori dan muslim, mungkin kalo ada dari shohih lain kami minta dibantu carikan, kami butuh itu untuk disampaikan pada jamaah kami, memang manusia gak ada yq sempurna tapi tetap belajr bersama, alhamdulillaah jamaah tahlil kami ada kajian islamnya, terima ksih infonya

      Hapus
    4. Anonim11:44

      Kami dan para jamaah semakin menyukai dan menggalakkan jamaah tahlil di daerah kami karena kalau dkemas dan diberdayakan dengan baik sangat berkontribusi besar terhadap syiar islam,

      Hapus
    5. Anonim11:34

      tolong jgn dtinjau ajaran dr segi filosofis. Rosulullah punya cara untuk mendoakan orang yg sudah mninggal tp msalahnya apakah caranya spt itu.
      apakah bkn membuat hukum sendiri ktika kta menentukan jmlah hari dan bacaan tsb. kalau saya lebih yakin cara yang dilakukan rosulullah dlm mendoakan orang meninggal dr pada mengikuti ajaran berdasar pendapat orang biasa.

      Hapus
  45. Anonim10:25

    Kami juga memahami tak satupun anak-anak rasul, sahabat, kerabat dan leluhurnya yang wafat yang tidak beliau doakan, masyarakat sebagian mengistilahkaan tahlil dengan undangan tasyakuran dan kirim doa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim12:33

      anda bener rosul mendoakan, tp caranya gak spt itu..dgn menentukan jumlah hari, susunan bacaanya seenak perutnya saja.

      Hapus
  46. Anonim23:32

    Rasulullah'anak-anknya' sahabat' kerabat, leluhur kalau meeninggal semuanya ditahlili karna didoakan dan beliau dan para sahabat juga melakukannya. Nah doanya itulah yang masyarkt kita lebih akrab menyebut dengan tahlil acarany dsbt tahlilan. Tahlil makna denotasinya membaca "laa ilaaha illallooh" sedang makna konotasinya "mendoakan" , jadi telah mengalami perluasan makna, artinya rasululloh men tahlili dan juga ditahlili sama dengan masyarakat kita mendoakan dan didoakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim11:22

      apakah cara rosul spt yg anda krjakan...kalaupun caranya spt anda pasti ada hadist yg mnerangkanya ...klau gk ada apakah rosul sengaja mnyembunyikn perkara spenting ini ?
      atau apakah agama ini cuma brdasarkan pemikiran org saja yg sesenak perutnya menafsirkan makna sebuah ajaran tnpa dasar al quran dan hadist.

      Hapus
  47. Orang sekarang baca Al-Qur'an pakai buku cetakan, kalau zaman nabi lewat hafalan diotak.....jadi bagi yang ketakutan dengan bid,ah kami persilakan untuk membaca Al-Qur'an lewat hafalan, kalau membaca lewat buku itu BID'AH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngawur mas ente,g ngerti agama belajar, jangan asal ngomong, baca alquran tentang Alloh akan menjaga Alquran dan yang semisalnya(hadist).

      Hapus
  48. Anonim12:27

    gimana kalau waktunya kita rubah saja, boleh ngga. jgn pd hari ke7,10,40,100 dst
    kita pakai hari kelipatan 5 saja biar enak hitungnya ?

    BalasHapus
  49. Tolong tunjukkan dalil Al-Quran dan Hadis, ada tak perintah Allah mengadakan tahlilan dan yasinan untuk kematian. Ada tak para sahabat mengadakannya selepas kewafatan junjungan besar nabi saw.
    Tolong berkata benar dan jangan sandarkan pada orang terkemudian dari para sahabat.
    YANG PENTING JANGAN SESATKAN UMMAH.

    BalasHapus
  50. Anonim14:29

    begini lo mas tadi kan dah dijelaskan bahwa istilah selametan dan tahlil, yasinan tu kan konotasi dari mendoakan sperti rosulullah juga mendoakan mereka yang telah wft hanya saja cara kan tidak ada keharusan begini begitu yang namanya dzikir, doa, baca ayat dan kalimat thoyibah boleh mana saja yang baik dan mengena yang penting berdoalh, sementara isinya dalam tahlilan itu diantaranya; surat alfatikhah, annas, alfalaq,alikhlash, awal surat albaqoroh, ayat kursi, akhir surat albaqarah, sholawat ,dan lain2 yang dirangkai menjadi untaian doa khususnya bagi yang telh mati kadang2 dtambah surat yasin, nah semua bacaan tersebut shokhih menjadi dzikir ma' surat yang biasa diamalkn rosul tiap pagi dan petang, sedangkan dalilnya banyak sperti
    ادعوني استجبلكم الاية
    ربنااغرلنا ولاخواننا الذين سبقون بلايمان الايه
    اذا ماتي ابن ادم انقطع عمله الا من ثلاث؛...... الحديث
    masalah hari pun sebenarnya hanya kultur saja untuk memudahkan ingatan tapi kenyataannya di lapngan masyrkat juga gak persis tepat 7 hari kadang 5 hari sudah diakhiri dianggap 7 hari dan gak masalah itu, hari 7 40 dan 100 sebenarnya fleksibel aja gak harus persis. hanya agar tertib aja. the main point adalh mendoakannya. tapi kalo sampai mengatakan tu bidah munkarot syirik sesat, maka itu menambah-nambahi karena nabi gak pernah bersabda at tahliilu wassalaamatu walyasiinu bid'atun, kharoomun, munkarotun kulluhaa finnaar (gak ada itu) imam syafii juga gak pernah bilang ato nulis dalam kitabnya sperti itu. tapi mereka mengamalkan bacaan sepertiyang biasa dalm tahlilan iya pasti, hanya zamn itu belum ada wadah seperti karag jamaah yasin dan tahlil. yang benar rosul dan para sahabt, imam syafii dll tu tidak mengenal tahlil krna belum ada dan tahlilan hidup berada dalam kultur yang alami saja khususnya di I ndonesia. sehingga kalo kenal aja tidak mana mungkin mengharamkan. yang dilarang itu niyahah yaitu ekpresi kesedihan berlebihan meratap2, histeris, menampar pipi, merobek baju, menyewa orang bertangis- tangisan, nah dalam tahlilan justru bertolak belakang dg tu semua. tahlilan tidak sama dengan niyahah

    BalasHapus
  51. Anonim17:18

    jadi amlan masyarakat sprti tahlilan tu merupakan aplikasi dari ajaran rosul hanya tekniknya yg kondisional, bacaanya pun jelas dari nabi nah dibuatlah wadahnya berupa kegiatan tahlila misalnya, jadi bukan nambah2 ato bid'ah wong amalan tu dzikir yang biasa dilakukan Nabi, lagian ini bukan amalan agama tapi lebih pada budaya yang dikembangkan masyarakat islam, hikmahnya positif dan banyak lagi.tahlilan tidak memberatkan kelusrga mayit tapi justru menghibur dan bahan makanan selamtan sudah datang dari sumbangan saudara dan tetangganya yang bikin masakannya juga kebanyakan kerabat dan tetangganya.jadi kalau ditelusuri sbetulnya tidak bertentangan syariat.

    BalasHapus
  52. Anonim17:33

    memang fahamnya aja wajar berbeda yang jelas semua berusaha menjadi terbaik orang ingin sedekah, tholabul ilmi, silaturrakhiim, berdzikir, berdoa, tasyakur, tadarus monggo saja bebas milih. quran menjelaskan الا بذكرالله
    شتطمئن القلوب، فقرأ ما تيسر من القرا ن
    imam syafii saja muridnya imam malik, tapi kenapa mereka merumuskan fikih berbeda? dan kita pun tidal ada kewajiban harus ikut imam siapa2. kalo toh dikatakan bermadzhab syafii tu hanya kultur saja kita gak pernah daftar sah sah saja orang bilang pengikut syafii tapi gak mungkin 100% kita sama dengan syafii sama kita islam gak mungkin kita semuanya 100% sudah sprti rosululloh tapi kita tetsp disebut islam.

    BalasHapus
  53. Anonim17:37

    quran juga bilang انشكرلي ولوالديك، termasuk bersukur kepada orang tua mendoakan termasuk birrulwalidain pasti taat pada Alloh itu semua bida aja dwujudkan dengan selametan dan tahlilan

    BalasHapus
  54. Anonim13:39

    Mengamalkan selamatan (7 s.d 1000 hari) ada yg bilang boleh ada yang bilang tak boleh.
    Mengamalkannya jelas bisa benar (berpahala) dan bisa salah (berdosa).
    Tidak mengamalkannya jelas aman terhindar dari kekeliruan (dosa).
    Jadi sangat mudah dan praktis bagi orang awam kayak saya yang cuma cari selamat dan sangat takut dosa: TIDAK MENGAMALKANNYA.
    Semoga dengan begitu saya dapat pahala dari MENINGGALKAN AMALAN YANG MERAGUKAN. Karena, nyatanya tidak mengamalkan selametan 7 s.d. 1000 hari juga tak masalah. Apalagi, soal mendoakan orang yang sudah meninggal (keluarga maupun bukan keluarga) sangat banyak dalil-dalilnya yang jelas dan tidak perlu eyel2an. .. Maklumlah, beginilah orang awam.. bisanya cuma cari aman dan selamat saja.

    BalasHapus
  55. Anonim16:28

    benar tentu sbagai orang beriman memilih aman dan selamat dunia akhirat, ibadah pokok dalm islam yang gak bisa dtwar- tawar hanya rukun islam yang lima, sedangkan yasinan slamtan tahlil dn semisalnya hanya masuk katagori afdholul a'mal jadi kondisional dan luwes. yag jelas quran maupun hadis bhkan para imam madzab empat tidak pernah menyebut" al yasinu waslamatnu wa tahliilu haroomun bid'atun wamunkarotun kulluha roddun finnar, tapi yang ada kesimpulan beberapa kelompok yang menganggap kumpulnya orang selametan adalah niyahah, sedangkan nyatanya selametan dan niyahah pun juga berbeda. dan kalau mau ngaji teliti dalilnya ternyata semua ada hadisnya.

    BalasHapus
  56. Anonim22:38

    nabi hidup antara pertengahan abad ke5-6, para imam madzab hidup sekitar abad 7 ato 2 generasi setelah masa nabi, sedangkan islam berkembang di indonesia pada abad 13 jadi jelas gak mungkin ada dalil mengharamkan slametan yasin dan tahlil, saat itu istilah slametan yasin dan tahlil belum ada, trus gimana mau menghukumi, jadi ya orang2 sekarang aja ada yang menganggap itu munkar padahal bisa saja tu maslahah. asal ibadah adalah dilarang sehingga ada dalil yang menunjukkan untuk mengerjakannya, awalnya gak ada orang baca quran termsuk yasin tapi karena diperintah maka akhirnya dibaca, setelah dalil perintah tu ada akhirnya orang sedekah, silaturrahim, berdzikir, syiar islam, tholabul ilmi dan amal sholeh lainnya. semua tu ada dalilnya terpisah-psah, nah aga refektif bisa aja disatukan dalam wadah forum tahlilan, slametan hingga yasinan

    BalasHapus
  57. Anonim00:02

    bacaan dalam tahlilan adalh ayat dan dzikir maktsurat. kalo dalam sinkritisme mantra dan sesaji tuk menyenagkan dan mengundang roh dan setan tapi dalam tahlilan tu justru ayat pengudir setan

    BalasHapus
  58. Anonim00:23

    biarkan ritual tahlilan ibarat gelas mungkin berisi benda kotor artinya syirik cara bersihkannya bukan pecahkan gelas atau buang cukup buang isinya cuci pake sabun nah habis tu gelas bisa dipakai minum susu dan minuman lain yang suci halal dan baik. biar tetep jadi forum dzikir silturrahmi dll penting sekali ni untuk syiar islam
    ibarat pohon buah rambutan yang sudah disambung pucuk akar bawah rambutan masam sambungan atas yang tumbuh pucuk batang rambutan manis maka hasilnya tetap buah manis, maknanya yg MANIS = ISLAM, yang masam bagian akar bawah =SINKRITISME.

    BalasHapus
  59. Anonim05:50

    hitungan hari ke 3 ke 7, 40, 100 dan seterusnya memang tidak ada secara khusus dalam islam tapi tahlil pada waktu tu kan bukan ibadah pokok dalam islam bukan termasuk rukun islam jadi tidak menyimpang dari segi aqidah, dimna hanya sebagai afdholul a'mal saja dalam hal ini media syiar saja dan karena disitu berkumpul banyak manfaat nah itulah bsa diambil manfaat tu tadi, secara teknis dg mngambil yang memang perlu dan meninggalkan yang tidak perlu ni kan karakter islam juga (hadits arbain) kenyataanya di masyarakat tu sudah luwes kok hitungan 3,7, 40 dst tu cuma agar mudah diingat aja krna ya yang melekat di masyarakat itu sentara yang lain banyak kok yang nglakuinnya tidak pas hari tu ada yang diundur dan dimajukan ato di hari lain dan gak masalh tu dan ana sendiri juga pernah mentahlili orang tua ana tidak pas hari tu, dan banyk jamaah yg memahami ini sebagian memang ada yag belum ngerti tapi para kiyai sudah memberi banyak pengertian tentang ini dan meluruskan dan ni memang tugas para kyai itu jadi bukan kyainya yang ngajak hari harus 3, 7, 40 dst, jadi sebenarnya kami penggemar tahlil tu gak terlalu pusing dg harinya karn gak prinsip tapi memang tidak perlu dg kaku dirubah drastis karena manfaatnya masih lebih banyak dari madhorotnya karena budaya apapun prilaku apapun kalau maslahah islam akan lebih berhak tuk itu. sesuatu yang baik pasti islami dan uslam harus baik. disebut baik karena mengandung nilai islami. yang baik pun masih harus ihlas semata karena Allah.

    BalasHapus
  60. Anonim10:03

    bukan bikin hukum sendiri tapi kami hanya mengumpulkan yang terserak mengkaji dan menggali lalu menyampaikan ke umat agar tidak menyesatkan bahwa tahlil yasin dan slametan bukanlah bid'ah (memerlukan pemikiran bijak mendalam) dan tidak menyalahi aqidah dan syari'ah, dan bukan juga ibadah pokok seperti Rukun Islam melainkan hanya keutamaan amal dan inipun sudah melalui penelusuran yang mendalam dan hati-2 baik dari Quran dan Hadis ternyata ada walaupun yang tidak sependapat juga banyak, dan kami tidak menentang dan mendepat, tapi membaca dan menemukan seperti itu, jadi biarlah jadi amalan masing-2 baik yang pro dan yang kontra tetap jalan tanpa perpecahan.

    BalasHapus
  61. Anonim14:57

    bacaanya coba antum sesekali ikut tahlil dan survey bacaannya: adalah alfatikhah, al lkhlash, alfalaq, annas, awal al baqoroh, ayat kursi, akhir albaqoroh dan kalimat thoyibah, tahlil dan doa yg sesuai. nah ni semua ada hadisnya juga jelas ayat quran berarti bukan menentukan bacaan seenak sendiri melainkan bacaan tu sudah ada tinggal praktekkan aja kok dan sudah diamalkan nabi bacaan2 itu sebelum ritual tahlil ada.dan setelah diteliti ternyata tu bacaan mengusir atau menolak atau mengalahkan setan seperti biasa dipakai ruqyah orang kesurupan itu, jadi bukan malah mengundang jin dan roh halus seperti tradisi nyadran dan sesajen. maka seperti ungkapan ust.Abdul Azis bahwa tahlil adalah ajaran hindu tidak tepat perlu dikaji ulang secara komprehensif dan diuji secara ilmiyah yang bisa dpertanggungjawabkan karena bisa menimbulkan gesekan antar umat

    BalasHapus
  62. SELAMATAN ENTAH 7 HARI SAMPAI 1000 HARI SELAMA MENURUT SYAR'I BENAR TIDAK APA, ASAL SANGAT DIANJURKAN OLEH SYAR'I BAHKAN ALLOH MEWAJIBKAN SYURGA BAGINYA. ADAPUN DIKAIT-KAITKAN DENHAN RIUAL HINDU ITULAH TRIK-TRIK SALAFI YAHUDI YANG SUDAH DI NAS SEBAGAI SYETAN OLEH ROSULILLAH SAW. SILAHKAN KALAU MEMANG ADA ARGUMEN DALIL NAQLI YANG MELARANGNYA KLIK blogthohiranam.blogspot.com juga ttg tahlil setelah bid'ah hasanah kolom terakhir.

    BalasHapus
  63. Anonim12:12

    seorang mualaf yang menganggap tahlil dan selametan adalh ajaran hindu tu salah, yang Islam dianggap Hindu sedang yang "mantan hindu" menggurui yang Islam dan menyalahkan itu adalah Ust.Abd Azis tu Sarjana Agama Hindu bukan Sarjana Agama Islam maka harus disempurnakan dulu ilmu keIslamannya wong yang asli Sarjana Agama Islam saja wawasannya tidak sesempit itu, belajarlah pada Sarjana Agama Islam

    BalasHapus
  64. Anonim12:29

    pemahaman seperti mualaf hindu tu membahayakan umat bisa terjadi perpecahan dan gesekan umat dan menghambat dahwah Islam dalil dari kitab hindunya tu yang katanya lebih dari 200 dalil tu sudah saya teliti dan baca semuanya tu gak ada satupun yang nyebutkan bacaan tahli dan selametan kalo yang ada ya bacaan ayat weda sperti hom swasti astu ato sejenisnya, yang artinya artinya kebanyakan yang pujian amalan doa dan ritual secara umum umat beragama sperti orang islam dalam Quran menyanganjurkan orang berdoa, berdzikir, bersedekah, birul walidain, bersyukur, memohonkan ampun untuk orang tua, orang-2 beriman yang telah wafat mendahului kita, nsh ini kan amalan yang bisa diklaim oleh semua agama dan apapun kepercayaannya, semua agama ada konsep semacam itu terutama Islam pasti lebih sempurna lagi adanya, ya hanya sempitnya wawasan Ust.Abd Azis saja yang nganggap tu hanya Hindu apalagi menerjemahkan dengan tahlil dan slametan, benar2 ceroboh.

    BalasHapus

Radio Nada Gema Sholawat

Browser not supported
Album SUDAH diPerbaiki LInk DOWNLOAD
======================================
Rebana Nada Kartika v.1 - Hapuskanlah
======================================
Maher Zain v.1 - Thank You Allah
Maher Zain v.2 - Forgive Me
======================================
Al Maqoshida v.1 - Impianku
======================================
Al Munsyidin v.1 - Khoirol Bariyyah
Al Munsyidin v.3 - Nurun Nabi
Al Munsyidin v.6 - Simthudduror
Al Munsyidin v.10 - Padang Bulan
Al Munsyidin v.11 - Padang Bulan 2
Al Munsyidin v.12 - Maulid Al Habsyi
======================================
Al Qowiyyah - Laskar Sholawat AL Banjari
Al Qowiyyah v.1 – Laskar Sholawat
======================================
Ovan Thaufani - Ya Rosulallah
======================================
Wafiq Azizah v.02 - Album Sholatuminallah
Wafiq Azizah v.03 - Album Ana Batba'
Wafiq Azizah v.10 - Album Emas v.2
Wafiq Azizah v.11 - Album Hawami Ya Mis
======================================
Ihyaus Sholawat v.1 - Halluman Syud
======================================
Assalam Magelang v.1 - Senandung Sholawat
======================================
Al Elma v.1 - Ya Robba Makkah
======================================
Al Islamiyah
Al Islamiyah v.1 - Assalamu 'Alaik
Al Islamiyah v.3 - Tafakkur
======================================
Al Mustafidah
Al Mustafidah v. 3 – Kasmaran
Al Mustafidah v. 4 – Setetes Kasih
======================================
Duta Sholawat
Duta Sholawat v. 1 – Samudra Syafa'at 1
Duta Sholawat v. 2 – Samudra Syafa'at 2
Duta Sholawat v. 3 – Samudra Syafa'at 3
======================================
MQ Tebu Ireng v. 3 – Sholawat Qur'aniyah
======================================
Al Muqtashidah Langitan tuban
Al Muqtashidah v.1 – Album Mari Bersholawat
Al Muqtashidah v.2 – Album Suara Hati
Al Muqtashidah v.3 – Album Arti Hidup
Al Muqtashidah v.4 – Album Orang Kuat
Al Muqtashidah v.5 – Album Assyahrul Adhim v.5
Al Muqtashidah v.6 – Album Bendera Cinta
Al Muqtashidah v.7 – Aku Berselimutkan Debu
Al Muqtashidah v.8 – Album Cahaya Bintang
Al Muqtashidah v.9 – Album Uhdi Salami
======================================
Hijjaz v. 3 – Lukisan Alam
Hijjaz v. 4 – Selawat Nabi
======================================
Mayada v. 3 – Cahaya Rosul 3
Mayada v. 5 – Cahaya Rosul 5
Mayada v. 6 – Cahaya Rosul 6
Mayada v. 7 – Cahaya Rosul 7
Mayada v. 8 – Cahaya Rosul 8
Mayada v. 9 – Cahaya Rosul 9
======================================
Ummul Quro' v. 1 – Maulid AL Habsyi
======================================
Melodi IPDI v. 1 – CIntakan
======================================
Al Quds Group - Album Resep Bahagia
======================================
Fasabaqna Group
Fasabaqna Group v. 1 – Lembaran Baru
Fasabaqna Group v. 2 – Cinta Dunia
Fasabaqna Group v. 3 – Anugrah dan Amanah
Fasabaqna Group v. 4 – Ikhlas sebening permata
Fasabaqna Group v. 5 – Rekoso (Hidup Sulit)
Fasabaqna Group v. 6 – Kiamat makin dekat
======================================
Az Zahida Group - Album Imrithi
Az Zahida Group - Album Laa Tahzan
Az Zahida Group - Album Alfiyyah Ibnu Malik
Az Zahida Group - Album Zahida bersholawat
======================================
Al Ghoits - Syair tanpo Waton
======================================
Annabawiyah - Langitan
Annabawiyah v. 1 – Ya Habibi
Annabawiyah v. 2 – Qosidah AL Banjari
Annabawiyah v. 3 – Top Hits
Annabawiyah v. 4 – Antal Hana
Annabawiyah v. 5 – Sholawat Burdah
Annabawiyah v. 6 – Kuntu An Thola'al
======================================
Al Madinah v. 1 – Dunia Makin Tua
======================================
Al Madina v. 1 – Pelita Kehidupan
======================================
Rebana Walisongo Sragen
Rebana Walisongo - Album Duit Ngaji
Rebana Walisongo - Album Tuntunan Walisongo
Rebana Walisongo - Album Pamit Ngaji
Rebana Walisongo - Versi langgam jawa
Rebana Walisongo - Ibadah Haji
======================================
AL Aqso Group
Al Aqso Group v. 1 – Gemerlap Bintang
Al Aqso Group v. 2 – Penantian
Al Aqso Group v. 3 – Muluk Muluk
Al Aqso Group v. 4 – Obat Manjur
======================================
Al Mahabbatain – Tauhiduka ( A. Yani)
Al Mahabbatain v. 5 – Rindu Baginda
Al Mahabbatain v. 6 – Subhanak
Al Mahabbatain v. 10 – Layla Saro
======================================
Asy Syauq Group v. 2 – Gema Rindu
Asy Syauq Group v. 1 – Subhanaka
======================================
Al Hikmah v.1 - Album Sholawat Banjari
======================================
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 6
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 7
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 8
======================================
As Samawat Group - Album Ya Habibi
======================================
Insan Shoghir - Album Abu Nawas
======================================
Kumpulan Sholawat
Kumpulan Mp3 Hadroh Ashabul Kahfi Purworejo
Kumpulan Mp3 Ahbaabul Musthofa Solo
Kumpulan Mp3 Narju Syafa’ah
Kumpulan Mp3 Hadroh Jam'iyyah Asy-Syifa' Plosokuning (JAP) Jogja
======================================
Tombo Ati - Album Yassir Lana
======================================
Laskar Ashabul Kahfi v.1 - Innal Habibal
======================================
Narju Syafa'ah - Album Live
======================================
El Wasaly Magetan - Live Show
======================================



Album BELUM DIPerbaiki LInk DOWNLOAD
Al Aqso Group v. 5 – Sang Bunda
======================================
Al Fatah v.1 - Album Baitullahil Marom
======================================
Al Hasby v.1 - Album Dinuna
Al Hasby v.2 - Album Dialoq bulan Bintang
======================================
Al Islamiyah v.2 - ????????
Al Islamiyah v.4 - Syahru Robbi
Al Islamiyah v.5 - Ya Nasimal
======================================
Al Ghoromy - PP. Darul Lughoh waddakwah
Mambausshofa v.1 - Kerinduan yg Mendalam
Mambausshofo v.2 - Addzakirot
Mambausshofa v.3 - ??????
======================================
Al Ishlah - Surabaya
Al Ishlah v.1 - Khoirol Bariyyah
Al Ishlah v.2 - Ya Imamarrusli
======================================
Al Mubarok Qudsiyyah Kudus
Al Mubarok v.1 - Album Kenangan
Al Mubarok v.2 - Asnawiyah 1
Al Mubarok v.3 - Asnawiyah II
Al Mubarok v.4 - Ya Robba Makkah
Al Mubarok v.5 - Tersenyum
Al Mubarok v.6 - Kerinduan
Al Mubarok v.7 – Kasih Sayang
Al Mubarok v.8 – Satu Hati
Al Mubarok v.9 - Rayuanku
======================================
Al Mahabbatain
Al Mahabbatain v. 1 – Tabaha
Al Mahabbatain v. 2 – Senandung Al Qur’an
Al Mahabbatain v. 3 – Panggilan Jiwa
Al Mahabbatain v. 4 – Live Show
Al Mahabbatain v. 7 – Live Hongkong
Al Mahabbatain v. 8 – Ramuan Nafu ( Abdul Muid)
======================================
AL Mughits v. 1 – Payung Shlawat (feat A. Yani)
======================================
Al Mustafidah
Al Mustafidah v. 1 – Man Azalan Amthor
Al Mustafidah v. 2 – ????????????????
Al Madinah v. 2 – Bakat Aini
======================================
Ar Rohman Group
Ar Rohman v. 1 – Hubbun Nabi
Ar Rohman v. 2 – Warosulullah
Ar Rohman v.3 – Allah Biha
Ar Rohman v. 4 – Best Gus Rohman
Ar Rohman v.5 – feat Al Karomah Special Banjari
======================================
Al Musthofa Group Mojokerto
Al Musthofa v. 1 – Ya Robbana
Al Musthofa v. 2 – Qod Asyroqo
Al Madina v. 2 – Anal Abdu
======================================
Al Munsyidin v.4 - Belum
Al Munsyidin v.5 - Ainul Uyuni
======================================
Al Musytaqun v. 1 - Fimatakholuf
Al Musytaqun v. 3 – Sang Maestro Banjari
======================================
Al Uhuddiyah v.1 – Wahai Pecinta Rosul
======================================
Al Wildan v.1 – Ya Robba makkah
======================================
Anaasyidusshofa - PP. Nurul Cholil
Anaasyidusshofa v.1 – Album Arrukban
Anaasyidusshofa v.2 – Album Thola'al Badru
Anaasyidusshofa v.3 – Album Mari Bersholawat
Anaasyidusshofa v.4 – Album Suramadu
Anaasyidusshofa v.5 – Album Nur Ilahi
Anaasyidusshofa v.6 – Bencana Membawa Berkah
Anaasyidusshofa v.7 – Album Ifroh Ya Albi
Anaasyidusshofa v.8 – Album Asshofa Live 5
======================================
Al Madaniyah Kudus
Al Madaniyah Kudus v. 2 – Kebahagiaan
Al Madaniyah Kudus v. 1 – Air Mata ======================================
Al Madaniyah Pekalongan
Al Madaniyah Pekalongan v. 1 – Kerinduan Hati
Al Madaniyah Pekalongan v. 2 – Harapan Hati
Al Madaniyah Pekalongan v. 3 – Kekasih Hati
Al Madaniyah Pekalongan v. 4 – Aku MemujiMu
Al Madaniyah Pekalongan v. 5 – Bil ‘Azmi
Al Madaniyah Pekalongan v. 6 – Live Consert 1
Al Madaniyah Pekalongan v. 7 – Ya Nurunnabi
Al Madaniyah Pekalongan v. 8 – Live Consert 2
Al Madaniyah Pekalongan v. 9 – Al Ghozal
======================================
Al Iman Bulus v. 1 – Live Show
======================================
Al Luwung Sragen - Album Al Islam
Al Luwung Sragen - Keagungan
======================================
Al Wahidah Group v.4 - Album Ya Laqolbi
======================================
Arsada Group v.1 - Album Ya Badrotim
Arsada Group v.2 - Album Antal Hana
Assalam Magelang v.2 - Senandung Sholawat2
======================================
Asy Syafa'ah IQMA IAIN- Sholawat Al Banjari v.1 ======================================
At Taqwa Group - Album Bismillah
======================================
Az Zahida Group - Album Maulidu Ahmad
Az Zahida Group - Album Buniyal Islam 2
An Navieza - Album Pintu Surga
Al Munsyidin v.2 - Annafsu Tabki
======================================
Ceng Zam zam
Ceng Zamzam v. 1 – Indahnya Bersholawat
Ceng Zamzam v. 2 – Indahnya Bersholawat

Duta Sholawat v. 4 – Samudra Syafa'at 4
Duta Sholawat v. 5 – Samudra Syafa'at 5
Duta Sholawat Konser – NU EXPO 2012
Special Edition – Ya Thaybah
======================================
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol.1
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 2
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 3
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 4
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 5
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Vol. 9
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf - Syi’iran
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf - Shollu Alannabi
Habib Syech Abdul Qodir Assegaf - Kumpulan 99
======================================
Hadad Alwi - Cinta Rosul
Hadad Alwi – Nur Muhammad
Hadad Alwi – Ziarah Rosul
Hadad Alwi – Muhammad Nabiku
Hadad Alwi-Sulis – Cinta Rosul 7
======================================
Inshirohussshudur
inshirohussshudur. 1 – Qul Ya Adhim
inshirohussshudur v. 3 – Sanjung Rosul
======================================
Is'adul Ahbab
Is'adul Ahbab. 1 – Mari Bersholawat
Is'adul Ahbab v. 2 – Live Jakarta
======================================
Kanjeng Sunan
Kanjeng Sunan v. 1 – Joko Pethel
Kanjeng Sunan v. 2 – Luru Ilmu
Kanjeng Sunan v. 3 – Af Dholul Kholqi
======================================
Kasih Rosul v. 1 – Ya Rosulullah
======================================
Ki Shawunggaling
Ki Shawunggaling – Special Ramadlon
Ki Shawunggaling – Jagad Pamungkas
Ki Shawunggaling v. 1 – Alfa Salam
Ki Shawunggaling v. 2 – Ya Nabiya min Qidam
Ki Shawunggaling v. 3 – Cahaya Ilahi
Ki Shawunggaling v. 4 – ilhubbi Haqiqi
M. Husni Mubarok – Bil Azmi
======================================
Kloposawit v. 1 - Sholawat Hidayah
======================================
Kumpulan Sholawat
Kumpulan Mp3 Hadroh Ashabul Kahfi Purworejo
Kumpulan Mp3 Festival Hadroh ITS Surabaya
Kumpulan Mp3 Habib Syech Abdul Qodir Assegaf
Kumpulan Mp3 Ahbaabul Musthofa Solo
Kumpulan Mp3 Nasyid Perjuangan NU - PMII
Kumpulan Mp3 Sholawat Nurul Musthofa
Kumpulan Mp3 Majelis Rosulullah
Kumpulan MP3 Festival Nurul Huda Malang
Kumpulan Mp3 Sholawat Al Banjari Terbaru 2012
Kumpulan MP3 Sholawat Habib Hasan Assegaf
Kumpulan Mp3 Narju Syafa’ah
Kumpulan Mp3 Mega Sholawat Al Banjari
Kumpulan Mp3 Salafuddin Benyamin
Kumpulan Mp3 Hadroh Jam'iyyah Asy-Syifa' Plosokuning (JAP) Jogja
Kumpulan Mp3 Hadroh Terbesar Indonesia 2013
======================================
Kun Fayakun v.1 - Thola'al Badr
======================================
Laa Tahzan v.1 - Balada Auliya'
======================================
Lisan Aji v.1 - Kyai Embun
======================================
Ma'mun Bahrust v. 1 – Album Sholawat Nabi
Ma'mun Bahrust v. 2 – Album Sholawat Pilihan
======================================
Maher Zain - Album Forgive Me
======================================
Muhasabatul Qolbi v.1 - Sholawat Festival Banjari
Muhasabatul Qolbi v.2 - Sholawat Festival Banjari
======================================
Nurul Hidayah v. 1 – Album Perdana
======================================
Nurul Hikmah v. 1 – Album Nur Abu Basyar v.1
======================================
Nurul Jadid v. 1 – Album Al Banjari
======================================
Nurul Musthofa – Album Nur Muhammad
======================================
Nurut Taibin SDA - Sholawat Banjari v.1
======================================
Panji KInasih (FSGR) – Album Isi Hati
======================================
Rebana walisongo Sragen
Rebana Walisongo - Tuntunan Walisongo
Rebana Walisongo - Sewu Siji
======================================
Roudlotul Ahbab v. 1 – Lailan Saro
======================================
Roudlotul Muhibbin v. 1 – Karya Emas
======================================
Roudlotul Qur’an
PP. Roudlotul Qur'an v. 1 – Cerita Kubur
PP. Roudlotul Qur'an v. 2 – Bila Izroil Datang
======================================
PP. Sunan Drajat Lamongan
PP. Sunan Drajat v. 1 – Karunia Pesantren
PP. Sunan Drajat v. 2 – Wasiat Sunan dRajat
======================================
Sabilil Huda v. 1 – Doaku untukMU
======================================
Soutul Fata v. 3 – Mbah Modin
======================================
Syauqul Habib
Syauqul Habib SBY - Sholawat Banjari (live Festival)
Syauqul Habib v. 1 – Bidzikri
Syauqul Habib v. 2 – Tarohabna
======================================
Syauqun Nada v.1 - Anal Faqir
======================================
PP. Tebu Ireng Jombang
Subulana v. 1 – Ala Baitillah
El Kafi PP. Tebu Ireng - Sallimuni
MQ Tebu Ireng v. 2 – Perjanjian
MQ Tebu Ireng V. 4 – Nurul Huda


Lebih banyak lagi?? »
 
Support : Gemasholawat.com | Creating Website
Copyright © 2011. GemaSholawat.com - All Rights Reserved
Free Page Rank Tool